Ulasan  

Ujian Pembunuh – Sekai Saikou no Ansatsusha 5

Ujian Pembunuh – Sekai Saikou no Ansatsusha 5

Merakyat

Lugh sering membantu rakyatnya baik itu bantuan langsung maupun tidak langsung dan Lugh juga bersikap ramah terhadap rakyatnya. Hal tersebut membuat Lugh dekat dengan rakyatnya dan seringkali dia diberikan buah-buahan maupun hasil panen lainnya saat Lugh berkunjung.

Ujian

Saat usia Lugh telah mencapai 12 tahun, dia disuruh oleh ayahnya untuk mengikuti ujian berikutnya, yaitu ujian persiapan sebelum ujian akhir. Dalam ujian Lugh berhadapan dengan ayahnya, dan Lugh bisa membaca semua gerakan ayahnya hingga akhirnya dia dapat mengalahkan ayahnya dalam ujian tersebut. Dengan demikian Lugh siap untuk menjalani ujian akhir karena tidak ada lagi yang dapat diajarkan oleh ayahnya. Ayahnya pun meminta Lugh untuk membantu pekerjaannya sebelum lugh berangkat menjalankan ujian akhirnya.

Ksatria Tuatha de

Saat akan berangkat untuk ujian akhir, Lugh diumumkan oleh ayahnya untuk menjadi penerus yang akan memimpin keluarga Tuatha de. Namun Ronah menolak hal tersebut dan menantang Lugh. Akhirnya Cian memutuskan untuk mengadakan tanding kekuatan antara Lugh dengan Ronah. Dalam sekejap Lugh berada dibelakang Ronah dengan pisau dilehernya. Lugh pun menyimpan pisaunya lalu membanting Ronah untuk memperlihatkan kekuatannya dan Lugh pun mematahkan tangannya.

Setelah itu Lugh datang menemui Ronah dan memintanya untuk menjadi ksatria Tuatha de, karena pedang lebih cocok buatnya dibandingkan menggunakan pisau. Kelak ketika Lugh kembali dia ingin Ronah menjadi ksatrianya. Dari sinilah ikatan antara keduanya mulai terbentuk.

Illig Balor

Lugh berangkat untuk menjalankan ujian akhirnya yaitu berlatih untuk menjadi pedagang di keluarga balor, dan lugh pun mengganti namanya menjadi Illig Balor sesuai perintah ayahnya.

Exit mobile version